Surga & Neraka

Sunday, December 8, 2013

Ada sebuah kisah, tentang surga dan neraka yang dulu diceritakan turun temurun dari orangtua ke anaknya, namun sekarang telah dilupakan. Pada suatu waktu, seorang laki-laki yang ditemani kuda dan anjingnya berjalan menyusuri jalanan. Ketika mereka melewati pohon besar, pohon itu tumbang disambar petir dan ketiganya pun mati. Tapi laki-laki itu tidak menyadari dirinya telah mati, karenanya bersama kuda dan anjingnya, dia meneruskan perjalanan.
Kadang-kadang orang mati butuh waktu untuk menyadari kondisi mereka yang baru...


Perjalanan mereka panjang dan mendaki. Sinar matahari yang terik terasa menusuk, hingga mereka berkeringat dan kehausan. Di kelokan jalan mereka melihat gerbang pualam yang sangat megah. Di balik gerbang itu ada sepetak tanah berlapis emas. Di tengahnya mengalir mata air yang sangat bening. Laki-laki itu menghampiri penjaga gerbang.
"Selamat pagi."
"Selamat pagi," sahut si penjaga.
"Apa nama tempat indah ini?"
"Surga."
"Aku senang sekali melihatnya, karena kami sangat haus."
"Silahkan masuk dan minum sepuasnya." Penjaga itu menunjuk mata air.
"Kuda dan anjingku juga kehausan."
"Maaf," berkata si penjaga, "di sini binatang tidak diijinkan masuk."
Laki-laki itu sangat kecewa, sebab dia amat sangat kehausan. Tapi dia tidak ingin minum sendiri, jadi dia mengucapkan terimakasih dan melanjutkan perjalanan. Setelah kecapekan karena harus berjalan kaki lagi, mereka pun tiba di sebuah pintu gerbang tua yang mengantar mereka ke jalan tanah yang dibingkai pepohonan. Seorang laki-laki yang topinya ditarik hingga menutupi wajah, berbaring di bawah kerindangan sebatang pohon. Kelihatannya dia tidur.
"Selamat pagi," ujar si musafir.
"Orang itu menyapanya dengan anggukan.
"Kami sangat kehausan - aku, kudaku, dan anjingku."
"Di antara benatuan itu ada mata air," kata orang itu seraya menunjuk ke suatu tempat. "minumlah sepuasnya."
Laki-laki itu, kuda, dan anjingnya pergi ke mata air dan memuaskan dahaga mereka. Musafir itu lalu kembali untuk mengucapkan terimakasih.
"Kembalilah kapan saja kau menginginkannya," kata si penjaga.
"Omong-omong tempat apakah ini?"
"Surga."
"Surga? Tetapi penjaga di pintu gerbang pualam di dana tadi mengatakan tempatnya itu surga!"
"Itu bukan surga, tapi neraka."
Musafir itu bingung.
"Seharusnya kau tidak membiarkan orang lain menggunakan namamu! Informasi yang salah bisa menimbulkan kebingungan!"
"Sebaliknya, perbuatan mereka itu membantu kami, karena orang-orang yang tinggal disana adalah mereka yang terbukti sanggup meninggalkan sahabat-sahabat mereka."



[Paulo Coelho - The Devil and Miss Prym]
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License