Paying the right price.

Saturday, November 30, 2013

"Tindakan yang paling sepele, sekalipun tujuannya baik, dapat menghancurkan segalanya."


Nixivan had invited his friends to supper and was cooking a succulent piece of meat for them. Suddenly, he realised that he had run out of salt.
So Nixivan called to his son. "Go to the village and buy some salt, but pay a fair price for it: neither too nuch nor too little."
His son was surprised. "I can't understand why I shouldn't pay too much for it, Father, but if I can bargain them down, why not save a bit of money?"
"That would be the sensible thing to do in a big city, but it could destroy a small village like ours."
When Nixivan's guest, who had overheard their conversation, wanted to know why they should not buy salt more cheaply if they could, Nixivan replied:
"The only reason a man would sell salt more cheaply than usual would be because he was desperate for money. And anyone who took advantage of that situation would be showing a lack of respect for the sweat and struggle of the man who laboured to produce it."
"But such a small thing couldn't destroy a village."
"In the beginning, there was only a small amount of injustice abroad in the world, but everyone who came afterwards added they portion, always thinking that it was only very small and unimportant, and look where we have ended up today."


===========


Suatu hari Nixivan mengundang teman-teman nya untuk makan malam dan memasak daging yang sangat lezat untuk mereka. Tiba-tiba dia sadar tidak ada garam. 
Maka Nixivan memanggil putranya, katanya, "Pergilah ke desa dan beli lah garam, dan bayar lah dengan harga yang pantas: jangan terlalu mahal ataupun terlalu murah."
Putranya terkejut mendengar ucapannya. "Aku mengerti kenapa aku tidak boleh membayar terlalu mahal, Ayah, tapi kalau aku bisa menawarnya dengan harga murah, kenapa tidak boleh?"
"Di kota hal seperti itu memang pantas dilakukan, tapi di desa kecil seperti desa kita ini, tindakan itu bisa berarti awal kehancuran."
Anak itu pergi tanpa bertanya-tanya lagi. Namun tamu-tamu Nixivan yang tak sengaja mendengarkan percakapan mereka, ingin tahu mengapa mereka tidak boleh membeli garam dengan harga lebih murah kalau memang bisa.
Nixivan menjawab.
"Satu-satunya alasan orang mau menjual garam lebih murah daripada harga bisasanya adalah karena dia sangat membutuhkan uang. Dan siapapun yang mengambil keuntungan dari situasi itu, itu artinya dia tidak menghargai keringat dan perjuangan orang yang bekerja menghasilkannya."
"Tapi hal sekecil itu tak mungkin menghancurkan sebuah desa."
"Awalnya hanya ada sekelumit ketidakadilan di dunia ini, tapi orang-orang yang hadir setelahnya menambahkan bagian masing-masing. Mereka selali berpikir ketidakadilan yang mereka buat itu sangat kecil dan sepele. Tapi lihatlah bagaimana keadaaanya sekarang ini."


===========






[Paulho Coelho, The Devil & Miss Prym]
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License