Internet untuk Pendidikan, Mengapa Tidak?

Wednesday, August 1, 2012


            Internet merupakan salah satu hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas penyebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan teknologi internet merupakan bentuk komunikasi yang muncul dengan menggunakan segala sarana prasarana, aplikasi, dan atau layanan informasi dan jejaring sosial yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup (Wibhowo, 2011: 86).
            Salah satu hal yang membuat internet menjadi populer adalah internet mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh penggunanya. Mulai dari informasi sampai layanan hiburan maupun bisnis. Internet juga dimanfaatkan didalam dunia pendidikan, meskipun belum semua sekolah di Indonesia memanfaatkan teknologi internet. Di kota-kota besar internet mulai diperkenalkan kepada anak sejak anak-anak masih duduk di bangku SD, bahkan ada yang sejak TK. Tentu saja penggunaan internet untuk anak membutuhkan pengawasan ekstra sehingga internet bisa membantu perkembangan anak.
            Makalah ini akan membahas penggunaan internet di tingkat SMP.  Di tingkat SMP pendidikan teknologi informasi merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Tetapi hal itu belum cukup, saat ini banyak sekolah yang memanfaatkan internet untuk memaksimalkan proses belajar dan mengajar.

Ketika membuka suatu aplikasi internet, siswa menjadi lebih antusias karena disambut dengan warna, gambar bergerak, cahaya, dan suara yang menarik. Selain itu rasa penasaran juga memunculksn keinginan siswa untuk mempelajarinya lebih lanjut.
Remaja memiliki kondisi emosi yang masih labil, karena itu belajar haruslah dalam suasana menyenangkan. Segala sesuatu yang dilakukan dengan motivasi dan emosi (senang) hasilnya akan bertahan lebih lama. Adapun internet mampu memberikan berbagai materi pendukung kepada para siswa. Misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, seorang guru ingin mengajarkan cara menulis yang baik. Guru tersebut bisa memanfaatkan layanan blog yang tersedia gratis di internet. Dengan menggunakan layanan blog guru bisa mengajak siswa untuk membuat blog dan mengisinya sebaik mungkin, tentu saja dengan kaidah bahasa Indonesia yang diajarkan. Cara ini selain lebih menarik bagi siswa, apalagi jika sebelumnya tugas-tugas dikerjakan di buku tulis, karena hal baru bisa menarik rasa penasaran dan perhatian siswa.
Cara mengajar yang monoton dalam menyampaikan materi, merupakan salah satu  hal yang perlu diperbaiki. Biasanya pengajar tidak sadar kalau cara mengajarnya monoton, tidak bervariasi atau minim inovasi. Tentu saja hal itu membuat apa yang disampaikan menjadi kurang menarik. Akibatnya siswa bisa sulit dalam memahami. Maka dari itu pengajar perlu memancing rasa ingin tahu siswa dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Montessori, seorang tokoh pendidikan menyampaikan bahwa lingkungan haruslah merupakan tempat yang sangat menyenangkan dan kondusif, untuk membantu perkembangan anak. Jadi lingkungan perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga pengajar atau orang dewasa dapat mengobservasi perkembangan mereka dan membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka (Wibhowo, 2011: 89).
Penggunaan teknologi internet mampu memberikan kemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi. Selain itu siswa menjadi lebih mudah memahami materi yang diberikan. Guru bisa memberikan materi dengan bantuan animasi, video, atau aplikasi pendidikan berbasis internet. Selain itu pengajar juga bisa mendapatkan tambahan berbagai tambahan materi untuk membuat proses belajar menjadi semakin menarik dan kreatif. Seorang guru matematika bisa menggunakan animasi untuk menjelaskan proses perhitungan, mereka bisa juga memanfaatkan berbagai permainan matematika yang bisa didapat dari internet untuk membuat siswa menjadi lebih tertarik terhadap pelajaran matematika. Atau seorang guru fisika bisa memberikan berbagai contoh kasus yang menggambarkan berbagai rumus fisika dalam kehidupan sehari-hari.
            Menurut Montessori, lingkungan pendidikan harus didasarkan atas prinsip realistis dan kealamian (Wibhowo, 2011: 90). Hal itu berperan penting dalam kemampuan analogi anak. Anak-anak akan lebih mudah belajar dengan contoh yang realistis. Missal: ketika belajar proses metamorfosis kupu-kupu, siswa akan lebih mudah paham jika materi disampaikan dengan video atau animasi proses metamorfosis.
            Keberadaan internet juga bisa membantu anak untuk belajar mandiri. Anak bisa mendapatkan stimulasi yang tepat, sesuai dengan yang diinginkan. Jadi anak bisa belajar dengan gembira.
            Meskipun teknologi internet bisa memberikan banyak manfaat, ada beberapa orang yang tidak menyetujui pemanfaatan internet untuk pendidikan. Ada anggapan apabila anak terlalu lama di depan komputer, anak dianggap autis. Sebenarnya, tidak ada hubungan antara autis dan komputer. Karena autis adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini   sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri (http://autisme.or.id).
            Yang perlu diperhatikan, jika anak terlalu lama di depan komputer maka kemampuan bersosialisasi anak akan kurang berkembang. Dalam hal ini peran aktif orangtua sangatlah penting. Kalau di sekolah waktu yang digunakan anak untuk mengakses internet sudah pasti dibatasi. Jika diluar lingkungan sekolah, diperlukan peran orangtua. Meskipun saat ini jejaring sosial banyak digunakan, tatap muka dalam berinteraksi juga diperlukan. Karena melalui tatap muka anak akan lebih terlatih membaca situasi atau kondisi lawan bicaranya.
            Internet juga memiliki dampak negatif lainnya, yaitu pornografi. Karena internet merupakan sumber informasi yang terbuka dan semua orang bisa menambahkan berbagai informasi di internet, pertumbuhan konten pornografi tidak bisa dibendung. Hal tersebut tentu bisa berbahaya bagi pelajar SMP. Apabila mereka mengakses konten pornografi, mereka bisa terpengaruh sehingga mungkin melakukan tindakan seksual yang menyimpang. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan pelecehan seksual dan lain-lain.
            Untuk mencegah remaja SMP terpengaruh oleh konten pornografi yang tidak sehat, peran guru  sangatlah penting. Guru bisa memberikan pengertian tentang pornografi di sekolah. Penjelasan yang diberikan pun harus bisa memuaskan rasa penasaran siswa. Karena jika mereka tidak puas, mereka pasti akan mencari sumber yang lain, salah satunya adalah internet. Biasanya penjelasan dari guru lebih mudah diterima daripada penjelasan dari orangtua. Mungkin kalau membahas pornografi dengan orangtua, anak menjadi lebih malu, atau bisa juga orangtua yang merasa tidak percaya diri. Meski begitu, orangtua tetap harus memberikan penjelasan kepada anak tentang pornografi, apalagi jika anak yang bertanya terlebih dahulu. Orangtua sebaiknya menjelaskan dengan bahasa yang baik dan mudah dimengerti.
            Sebenarnya pengertian tentang pornografi sangat diperlukan oleh remaja SMP. Karena waktu SMP organ seksual semakin matang sehingga menarik rasa ingin tahu mereka. Bimbingan yang baik dari orangtua dan guru bisa mencegah mereka untuk terjerumus pada hal-hal yang negatif. Disini orangtua (ayah dan ibu) memiliki peran yang paling penting, karena anak lebih banyak bersama dengan orangtua dibandingkan dengan guru atau orang dewasa lainnya (Sanjaya, 2010: 121).
            Selain menggunakan bahasa verbal, konten pornografi juga bisa dicegah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ada banyak cara yang bisa digunakan, tetapi di dalam makalah ini akan dibahas tiga cara yang menurut penulis mudah untuk diterapkan. Yang pertama adalah perlindungan dengan menggunakan perangkat lunak (software) anti pornografi. Salah satu software yang bisa digunakan adalah K9 Web Protection. K9 merupakan software gratis yang bisa diunduh dari internet. Setelah diunduh dan di-install, perlu dilakukan konfigurasi kategori website apa yang mau diblokir. Setelah dipilih kategori pornografi, maka K9 akan memblokir website yang memiliki konten tersebut. Teknik selanjutnya adalah dengan menggunakan OPENDNS. Secara teknis DNS merupakan singkatan dari Domain name System. DNS menyimpan nama host maupun domain yang tersebar di internet. DNS menghubungkan komputer pengguna internet dengan website yang akan dibuka. Pemblokiran dengan menggunakan OPENDNS tidak memerlukan perangkat lunak yang di-install di komputer. Selain situs porno OPENDNS juga memblokir konten dewasa lainnya, seperti: kekerasan, obat-obatan terlarang, dan lain-lain. Untuk menggunakan OPENDNS, guru atau orangtua harus melakukan registrasi terlebih dahulu melalui situs www.opendns.com. Setelah registrasi dilakukan, OPENDNS akan menyediakan DNS yang harus dipasang di pengaturan koneksi internet milik komputer pengguna. Setelah itu, barulah OPENDNS bisa memblokir konten-konten yang berbahaya. Yang terakhir adalah menggunakan DNS Nawala. Sama dengan OPENDNS, DNS Nawala juga menggunakan DNS untuk memblokir konten negative seperti pornografi. DNS Nawala merupakan prakarsa AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia) yang diluncurkan oleh PT Telkom Indonesia. Selain memblokir konten pornografi, DNS Nawala juga memblokir website berbahaya lainnya, seperti website yang bertujuan untuk mencuri data pengguna internet (phising/website menyamar), konten kekerasan, dan judi. Perbedaan DNS Nawala dengan OPENDNS, layanan DNS Nawala lebih sederhana. Pengguna tidak perlu melakukan konfigurasi apapun karena sudah disediakan DNS yang siap untuk digunakan. Cara kerja DNS Nawala sama dengan OPENDNS, yaitu dengan memasang DNS Nawala pada komputer,  komputer server yang digunakan, modem, atau router. Pemblokiran konten pornografi sebaiknya dilakukan di akses internet milik sekolah, di rumah, maupun tempat-tempat lain yang bisa diakses oleh anak atau remaja.
Teknologi internet mampu memaksimalkan proses belajar mengajar di sekolah karena internet menyediakan berbagai materi yang bisa dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Adapun sebagian besar materi tersebut bisa diperoleh dengan gratis. Sehingga lebih menghemat biaya. Internet juga bisa memaksimalkan kemampuan siswa. Melalui internet siswa bisa belajar sesuai dengan bidang minatnya. Belajar pun menjadi lebih menyenangkan dan bakat siswa menjadi lebih berkembang. Meskipun begitu orangtua dan guru perlu memperhatikan potensi internet yang juga bisa memberikan dampak negatif. Orangtua dan guru perlu untuk membimbing anak dengan memberikan pengertian yang baik tentang pornografi dan melakukan pencegahan-pencegahan yang diperlukan.








DAFTAR PUSTAKA

Sanjaya, Ridwan. dkk. 2010. Parenting untuk Pornografi di Internet. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Wibhowo, Christine. dkk. 2011. Stimulasi Kecerdasan Anak Menggunakan Teknologi Informatika. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Pengertian Autisme. 2012. Tersedia: http://autisme.or.id/istilah-istilah/autisme-masa-kanak/ (3 Juli 2012)
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License