Mengenal Broker Forex

Sunday, June 3, 2012

Sebelum memulai trading forex, tentunya salah satu yang perlu kita tau adalah bagaimana memilih broker forex yang baik. Saat ini banyak penipuan yang terjadi mengatasnamakan dunia forex. Jadi kita mesti hati-hati, karena modus dan caranya banyak dan semakin beragam (*Penipu makin kreatif Gan...).

Nah, sekarang kita pelajari dulu jenis-jenis broker forex. Ada empat jenis broker yang digunakan oleh para trader, yaitu: broker konvensional, broker non-dealing desk (ECN/STP/DMA), broker dealing desk dan broker hybrid.


Trading forex bisa dilakukan dengan cara manual atau konvensional yaitu dengan melakukan transaksi dengan uang fisik di bank atau money changer. Cara ini memang bisa saja dilakukan tapi sudah pasti akan memakan waktu yang lebih banyak dan lebih repot. Yang disebut dengan broker konvensional disini adalah pihak bank atau money changer.

Selanjutnya mari kita bahas mengenai broker non-dealing desk. Broker non-dealing desk adalah broker yang meneruskan order langsung ke pasar,  lembaga keuangan atau bank-bank besar, ataupun kepada broker lain. Spread pada broker non-dealing desk bersifat fluktuatif, dengan kata lain berubah-ubah sesaui dengan kondisi pasar yang sebenarnya. Broker jenis ini sangat adil dan tidak melakukan manipulasi apapun pada order yang ada. Karena broker ini murni berfungsi sebagai perantara dan hanya mengambil keuntungan dari spread yang ada. Broker non-dealing desk dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Broker Forex ECN (Electronic Communication Network). Pada broker ECN para investor atau user ikut berpartisipasi langsung di dalam pasar. Broker hanya menjadi perantara saja. Disana investor berpartisipasi bersama dengan bank, perusahaan keuangan, pemerintah, serta institusi dan investor perseorangan lainnya.
  2. Broker Forex STP (Straight Trough Processing).  Broker jenis ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dengan perusahaan broker lain selaku likuiditornya . Biasanya eksekusi order dari broker jenis STP diteruskan kepada para broker besar  (institusi besar) ataupun kepada beberapa broker ECN . Tetapi jika order dari broker STP tersebut diteruskan kepada broker yang berjenis Dealing Desk maka order dari broker STP tersebut bergantung kepada broker yang ditujunya tersebut.
  3. Broker Forex DMA (Direct Market Access).  Broker DMA adalah broker yang cara kerjanya hampir sama dengan broker berjenis ECN, bedanya broker DMA terikat kontrak dengan liquiditor tertentu, dan ada beberapa hal lain yang membedakannya. Untuk keterangan yang lebih lengkap, dapat dipelajari di : DMABroker.com

Kategori berikutnya adalah broker dealing desk. Broker dealing desk bisa membuat pasar sendiri dengan kondisi market yang juga ditentukan. Karena itulah broker jenis ini disebut juga sebagai market marker (pembuat pasar). Jika kita menggunakan broker jenis ini, maka kita akan bertrading melawan broker. Gampangnya,... Jika kita untung maka broker rugi. Jika kita rugi maka broker untung. Maka dari itu sering terjadi kecurangan yang dilakukan oleh broker jenis ini, supaya mereka bisa untung. Salah satu contohnya adalah: spike yang tidak wajar (maksudnya nilai tertinggi yang berada jauh di atas body candlestick, panjangnya bisa 5 kali bahkan 10 kali atau lebih dibandingkan body candlestick), bisa juga dengan membuat user sulit untuk take profit, dan lain-lain (belum tau apa yang lainnya :p).

Meski begitu tidak semua broker dealing desk itu jelek. Asal broker tersebut mengikuti aturan dan perijinan yang ada dan tidak melakukan kecurangan.

Yang terakhir adalah broker hybridBroker ini merupakan kombinasi antara jenis broker ECN/STP/DMA dengan broker Dealing Desk. Umumnya broker Hybrid mempunyai suatu aturan dalam melempar order ataupun berdasarkan dari jenis akun yang digunakan. Sebagai contoh: Jika besaran Lot anda , ataupun Frekuensi , ataupun Equity anda dibawah nilai XXX maka anda dieksekusi di sisi Dealer, tetapi jika diatas itu akan dieksekusi di jenis STP ataupun ECN atau DMA. Sebenarnya sulit untuk mengetahui bahwa broker ini termasuk bertipe Hybrid ataupun tidak. Hal ini hanya dapat anda rasakan dengan mencobanya ataupun berdasarkan dari reputasi broker tersebut dan regulasinya.

Regulasi yang benar dan kredibel untuk suatu perusahaan Broker dengan pasar Internasional yaitu (pastikan terdaftarnya di kategori pialang / FCM) : NFA, CFTC, FSA, ASIC. Atau untuk pialang yang berada di Indonesia bisa di cek di bappebti.
Untuk informasi yang lebih detail tentang bagaimana memilih broker yang baik, silahkan mengunjungi brokerforex.

Sumber: brokerforex.com
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License