Nasib Baik dan Nasib Buruk

Sunday, May 13, 2012

Ada cerita dari Tiongkok tentang seorang petani tua, yang punya seekor kuda tua untuk mengerjakan ladangnya. Pada suatu hari kuda itu lari, menghilang di pegunungan, dan ketika semua tetangga petani itu menyatakan perasaan kasih sayangnya terhadap orang tua yang bernasib malang itu, si petani menjawab, "Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?"
Seminggu kemudian kuda kembali membawa kawanan kuda liar dari pegunungan dan kali ini para tetangga mengucapkan selamat kepada petani karena nasib untungnya. Jawabannya ialah, "Nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?"
Kemudian, ketika anak si petani mencoba menjinakkan salah satu dari kuda liar itu, ia terjatuh dari punggung kuda dan patah kakinya. Semua orang merasa kali ini sungguh nasib malang. Tetapi tidak demikian si petani. Tanggapannya hanya, "Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?"
Beberapa minggu sesudah itu tentara masuk desa, dan mendaftar semua orang muda yang sehat badannya, yang ditemukan di sana. Ketika mereka melihat anak si petani yang patah kaki itu, ia dilepaskan. "Apakah itu nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?"


Setiap hal, yang di luar nampaknya buruk, dapat menjadi baik yang terselubung. Dan setiap hal, yang nampaknya baik di luar bisa jadi merupakan hal yang buruk. Maka dari itu kita mesti bertindak bijaksana, apabila kita membiarkan Tuhan menentukan, mana nasib baik dan mana nasib buruk, dan bersyukur kepada-Nya, bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah baik bagi mereka yang mencintai Dia.

"Semua akan menjadi baik, dan semua akan menjadi baik; dan segala macam hal ikhwal semua, akan menjadi baik."  (Juliana dari Norwich)

Note:
Dari "Sadhana" oleh A. de Mello dengan sedikit penyesuaian.
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License