Masa Depan

Monday, May 16, 2011

Apa yang aku inginkan?
Apa yang aku cita-citakan?
Apa yang akan terjadi pada diri ku?

Bagaimana masa depan ku?

Lalu bagaimana  aku akan menghadapi masa depan? 
Tapi bagaimana jika mimpiku keliru?
Bagaimana jika aku jatuh?

Masa depan, bisa menjadi hal yang menarik, bisa juga menjadi hal yang menyedihkan. Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Bahkan hanya dalam se-per-sekian detik, masa depan ku bisa berubah. Tetapi baik buruknya masa depan bergantung dengan bagaimana aku menyikapinya. Bagaimana aku membuat kegagalan menjadi keberhasilan yang tertunda. 


Karena setiap malam aku selalu memimpikan masa depan dalam tidurku. Aku tidak takut bermimpi.
Memang mimpi-mimpiku tentang masa depan seringkali bisa menjadi sangat liar. Tetapi mimpi itulah yang membutku bisa bertahan sampai sekarang.

Seringkali aku menjadi sangat kuatir ketika menengok masa depan.

Suatu ketika, dalam perjalananku seorang Pengelana paling bijak yang pernah kutemui berkata kepadaku,
"Jangan kuatir. Lakukan, apa yang harus kamu lakukan hari ini. Lihatlah sekelilingmu. Lihat burung-burung yang berkicau riang di dahan. Mereka tidak pernah menabur benih ataupun menuai. Tetapi mereka selalu tercukupi."

Aku termenung, berpikir. Kemudian berkata kepada sang Pengelana, "Tuan, apakah cukup hanya dengan tidak kuatir? Hamba masih belum mengerti."

"Jangan kuatir. Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Carilah maka kamu akan mendapatkan. Ketuklah maka pintu akan dibukakan untukmu."

Aku pun mulai mengerti. Iya. Burung-burung itu memang tidak menabur dan menuai. Tetapi mereka mencari. Mereka selalu melakukan yang terbaik untuk hari ini.

[edited, July 21, 2011]
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License