Rahasia Kebahagiaan

Saturday, February 19, 2011

.......

"Sebelum pergi, aku ingin menceritakan sebuah kisah pendek padamu."

Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari, dan akhirnya sampai di sebuah kastil yang indah, jauh tinggi di puncak gunung. Disanalah orang bijak itu tinggal.


Ketika ia memasuki aula kastil tersebut, si anak muda melihat kesibukan besar di dalamnya: para pedagang berlalu-lalang, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, beberapa menggunakan bahasa yang tidak dimengerti si anak muda. Ada orkestra kecil sedang memainkan musik lembut, dan ada meja yang penuh dengan piring-piring berisi makanan paling enak di belahan dunia tersebut. Si orang bijak berbicara dengan setiap orang dan anak muda itu harus menunggu selama dua jam. Setelah itu, baru tiba gilirannya.

Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud kedatangannya, namun dia mengatakan sedang tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. Dia menyarankan anak muda itu melihat-lihat sekeliling istana, dan kembali dua jam lagi.

"Sementara itu, aku punya tugas untukmu," kata si orang bijak. Diberikannya pada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak. "Sambil kau berjalan-jalan, bawa sendok ini, tapi jangan sampai minyaknya tumpah."

Anak muda itupun mulai berkeliling naik turun sekian banyak tangga istana, sambil matanya tertuju pada sendok yang dibawanya. Setelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu berada.

"Nah," kata si orang bijak, "Apakah kau melihat tapestri-tapestri(1) Persia yang tergantung di ruang makanku? Bagaimana dengan taman karya ahli taman yang menghabiskan sepuluh tahun untuk menciptakannya? Apa kau juga melihat perkamen-perkamen indah di perpustakaanku?"

Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa dia tidak sempat melihat apa-apa. Dia terlalu terfokus pada usaha menjaga minyak di sendok itu supaya tidak tumpah.

"Kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan, dan nikmatilah keindahan-keindahan istanaku," kata si orang bijak. "Tak mungkin kau bisa mempercayai seseorang, kalau kau tidak mengenal rumahnya."

Merasa lega anak itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi istana tersebut, kali ini ia mengamati semua karya seni di langit-langit dan tembok-tembok. Dia menikmati taman-taman dan gunung-gunung di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga, serta cita rasa yang terpancar dari segala sesuatu disana. Ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritakannya dengan detail segala hal yang telah dilihatnya.

"Tapi dimana tetes-tetes minyak yang kupercayakan kepadamu itu?" tanya si orang bijak. Si anak muda memandang sendok di tangannya dan menyadari dua tetes minyak itu sudah tidak ada.

"Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan untukmu," kata orang paling bijak itu. "Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes minyak di sendokmu."

source: The Alchemist, Paulo Coelho. Dengan sedikit perubahan.

Keterangan :
1. Tapestri : seni tenun atau anyaman


 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License