Fenomena Halo Matahari

Wednesday, January 5, 2011







Selasa 4 Januari 2010 merupakan pengalaman pertama saya melihat fenomena Halo matahari. Saya pun mengabadikan fenomena tersebut dengan menggunakan kamera saku. Foto saya ambil di lingkungan kampus UKDW Yogyakarta pada pukul kurang lebih 11.49 WIB. Saya sempat penasaran bagaimana fenomena ini bisa terjadi. Berikut ini rangkuman hasil googling yang saya lakukan.
Fenomena Halo matahari terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh kristal es yang ada di sekitar matahari. Sehingga membentuk pelangi yang mengelilingi matahari. Pelangi yang terbentuk belum tentu berupa lingkaran penuh, bisa saja berupa setengah lingkaran, seperempat, dll. Tergantung pada kondisi Kristal es yang ada di atmosfer.
Lalu bagaimana kristal es tersebut bisa ada di atmosfer? Padahal foto tersebut saya ambil di daerah tropis (Yogyakarta). Kristal es bisa terbentuk apabila ada uap air (atau awan) yang berada terlalu tinggi di atmosfer. Hal ini memungkinkan terbentuknya Kristal es karena suhu yang dingin.
Untuk daerah tropis, kemungkinan munculnya Halo hanya akan terjadi saat musim hujan. Karena saat musim hujan banyak terdapat uap air di udara. Tetapi untuk daeraj dengan iklim subtropis atau dingin, Halo bisa lebih sering terjadi.
Fenomena Halo tidak bisa dilihat di semua daerah, hal ini karena hanya orang di daerah yang terhalang awan yang mengandung Kristal es yang bisa menyaksikan fenomena ini.
Sebenarnya fenomena Halo tidak hanya terjadi pada matahari. Fenomena Halo bisa saja terjadi pada bulan. Bahkan pada lampu jalananan fenomena ini mungkin terjadi asal terdapat cukup Kristal es di sekitar sumber cahaya.

Source:
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License