Software Development

Friday, December 10, 2010


Software yang memiliki kualitas tinggi adalah software yang mudah untuk dipelajari dan digunakan. Software-software tersebut telah lama dipakai untuk berbagai keperluan seperti untuk kontrol lau lintas udara, tenaga nuklir, kesehatan, militer, dan penjelajahan luar angkasa. Penggunaan software dan komputer sendiri sangat penting dan menjadi bagian tersendiri dalam sebagian besar bisnis, permintaan akan software yang berkualitas juga semakin besar. Pengguna software tidak bisa menerima sistem yang crash, pekerjaan yang hilang, produktivitas yang rendah, juga pada lubang kemanan dimana penyusup bisa masuk dan memberi virus atau mencuri/memanipulasi informasi yang penting.
Padahal saat ini para pengembang software berada dlam tekanan untuk mengurangi waktu pembuatan untuk memasarkan produk mereka. Selain itu seringkali sumber daya dan waktu yang diperlukan untuk memastikan kualitas produk dipotong supaya produk bisa segera diluncurkan atau dipakai. Ketika diharuskan untuk memilih antara menambah fitur atau melakukan lebih banyak testing, banyak perusahaan sofware yang lebih memilih memperbanyak fitur. Alasannya, apabila ada kesalahan atau bug bisa diperbaiki pada release yang berikutnya dengan memberikan pelanggan/pengguna proses upgrade yang otomatis. Meski begitu fitur membuat software yang dirilis lebih fungsional dan mempermudah untuk dijual ke user.
Metode pengembangan software adalah aktivitas di dalam proses pengembangan software yang didalamnya terdapat berbagai tanggungjawab kelompok dan individu dalam menyelesaikan pembuatan dan menjaga kualitas dari software. Dengan menggunakan metodologi yang efektif pembuat sofware bisa menciptakan software yang berkualitas, memperkirakan waktu pembuatan software, dan mengurangi biaya yang digunakan untuk pembuatan serta dukungan setelah software dirilis. Metodologi yang efektif juga mampu membantu mengurangi error yang bisa menyebabkan kerusakan/kehilangan data dan juga apabila terjadi kelalian akan sulit untuk dibuktikan. Ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk testing yaitu Dynamis software testing (Black-box testing, dan White-box testing), Static testing, Integration testing, system testing, dan User acceptance testing.
Capability Maturity Model Integration (CMMI) dikembangkan oleh Software Engineering Institute di Carnegie Mellon, merupakan proses perbaikan dengan mendefinisikan unsur-unsur penting dari proses yang efektif. Penggunaannya bisa meningkatkan kemampuan organisasi dalam memprediksi dan mengontrol kualitas, jadwal, biaya, cycle time, dan produktivitas ketika mengumpulkan data, membuat, atau meningkatkan sistem software.
International Organization for Standardization (ISO) mengeluarkan 9000 standar bisnis managemen pada tahun 1998. Standar tersebut diperlukan oleh organisasi untuk mengembangkan kualitas sistem managemen yang fokus pada identifikasi dan menghubungkan kebutuhan, keinginan, dan harapan dari pelanggan. Failure mode and effects analysis (FMEA) adalah teknik penting yang digunakan untuk mengembangkan ISO-9000 yang sesuai dengan kualitas sistem.

source: Reynols, George W., "Ethichs in Information Technology" Third Edition
 
Copyright © 2016. syamsularies.
Design by Herdiansyah Hamzah. & Distributed by Free Blogger Templates
Creative Commons License